PROFIL LULUSAN 1

PENELITI SOSIAL BUDAYA

Sebagai peneliti sosial budaya, sarjana Antropologi ULM memiliki kemampuan:
1. Beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi di lapangan, termasuk kemampuan berkomunikasi dengan beragam kelompok masyarakat/komunitas.
2. Mengidentifikasi dan menganalisis persoalan sosial budaya dengan menggunakan perspektif antropologi.
3. Menerapkan konsep, teori, dan metode antropologi dalam melakukan proses penelitian, termasuk menyusun proposal, kerja lapangan, dan melakukan analisis.
4. Memiliki keterampilan menulis untuk menyusun laporan etnografi/penelitian serta menghasilkan karya ilmiah yang jelas, sistematis, dan informatif.
5. Mampu mengkomunikasikan hasil kajian Antropologi kepada pemangku kepentingan, yang berguna untuk memecahkan berbagai isu pembangunan sosial budaya secara berkelanjutan.

Profisi / Karir

  • Peneliti di Lembaga Pemerintah (BRIN, Balai Penelitian Daerah, Kementerian Sosial, dll.)
  • Peneliti di LSM atau NGO (misalnya dalam isu hak masyarakat adat, gender, pembangunan sosial, atau lingkungan)
  • Peneliti dalam Program Pembangunan (misalnya program pemberdayaan masyarakat atau kebijakan kesejahteraan sosial)
  • Peneliti di Industri dan Perusahaan Swasta (misalnya Pasar dan Konsumen  ataupun meneliti dampak sosial dari kebijakan perusahaan)
  • Peneliti Sosial Budaya (mendokumentasikan dan meneliti koleksi budaya)
  • Peneliti Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan (misalnya Peneliti Kajian Dampak Sosial dan Lingkungan dalam proyek tambang, perkebunan, atau pembangunan infrastruktur)
  • Peneliti Kesehatan, Pendidikan, dll

PROFIL LULUSAN 2

TENAGA AHLI DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN PENGEMBANGAN MASYARKAT/KOMUNITAS

Sebagai Tenaga Ahli dalam Perencana Pembangunan dan Pengembangan Masyarakat/Komunitas, sarjana Antropologi ULM memiliki kemampuan:
1. memahami tentang isu-isu pembangunan dan pengembangan masyarakat/komunitas secara lokal dan global, dan menemukan solusi kreatif terhadap pemecahan masalah yang dihadapi.
2. Menguasai metode dan teknik fasilitasi dalam proses partisipatif pada perencanaan pembangunan dan pengembangan masyarakat/komunitas.
3. Keterampilan manajemen dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek/program pembangunan dan pengembangan masyarakat/komunitas dengan efisien dan efektif.
4. Kesadaran tentang pentingnya menghormati dan mempertimbangkan kebudayaan lokal dalam setiap langkah pembangunan dan pengembangan masyarakat/komunitas.
5. Mengaplikasikan konsep, teori dan metode antropologi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan masyarakat/komunitas yang berkelanjutan.

Profisi / Karir

  • Pendamping Program Sosial (seperti Program Keluarga Harapan, Pendamping Desa, atau pemberdayaan masyarakat adat)
  • Aktivis dan Manajer Program LSM (misalnya di bidang advokasi hak masyarakat adat, gender, lingkungan, dll.)
  • Konsultan Sosial dan Budaya (bekerja untuk perusahaan, pemerintah, atau NGO)
  • Tenaga Ahli dalam Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Masyarakat
  • Ahli Kajian Dampak Sosial dan Lingkungan (terutama untuk proyek pembangunan, tambang, dan perkebunan)
  • Human Resource Development (HRD) (mengelola keberagaman di perusahaan)
  • Corporate Social Responsibility (CSR) Specialist (merancang program sosial perusahaan)

PROFIL LULUSAN 3

PEGIAT SOSIAL BUDAYA

Sebagai Pegiat Sosial Budaya, sarjana Antropologi ULM memiliki kemampuan:
1. Mengembangkan kinerja profesional di bidang antropologi dan menjalankan prinsip-prinsip etika dalam pekerjaan sebagai pamong atau pegiat sosial budaya.
2. Memiliki ketajaman analisis dan pemecahan masalah dalam mengkaji berbagai media kultural yang terkait dengan penyebaran dan pembentukan nilai-nilai budaya.
3. Memiliki kemampuan mendampingi komunitas penggiat budaya dan kesenian khas/lokal.
4. Mampu merancang dan mengelola kegiatan pertunjukan seni budaya.
5. Mampu mengelola media berbasis teknologi Informasi untuk memproduksi konten media berbasis budaya dan merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal dan nasional.

Profisi / Karir

  • Jurnalis dan Penulis Budaya (untuk media massa, majalah budaya, atau konten digital)
  • Kurator ataupun Manajer Seni dan Budaya (di museum, galeri seni, atau festival budaya)
  • Pengembang Konten Digital Berbasis Budaya (YouTuber, podcaster, atau pengelola media sosial budaya)
  • Pemandu Wisata Budaya (tour guide berbasis etnografi)
  • Pengelola Wisata Berbasis Komunitas (community-based tourism)
  • Entrepreneurship
Scroll to Top